Kembali ke Beranda
Iran Berduka: Ribuan Warga Turun Kejalan dan Alun - Alun Kota Beri Penghormatan Terakhir Untuk Ali Khamenei
Ekonomi2 Mar 20264 min read

Iran Berduka: Ribuan Warga Turun Kejalan dan Alun - Alun Kota Beri Penghormatan Terakhir Untuk Ali Khamenei

Admin Corewide

Penulis

TEHERAN – Republik Islam Iran resmi memasuki masa berkabung nasional selama 40 hari menyusul wafatnya Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, pada Sabtu (28/2/2026). Sejak Minggu pagi, lautan manusia mulai memadati jalanan protokol dan alun-alun kota besar di seantero negeri untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memimpin Iran selama lebih dari tiga dekade tersebut.

Teheran Menjadi Lautan Hitam

Di ibu kota Teheran, ratusan ribu warga yang mengenakan pakaian hitam memenuhi koridor menuju Universitas Teheran dan Alun-alun Azadi. Sambil membawa poster wajah Khamenei, massa melantunkan doa dan meneriakkan slogan perlawanan sebagai bentuk loyalitas. Isak tangis pecah di berbagai sudut kota saat stasiun televisi pemerintah menyiarkan pembacaan Al-Qur'an secara terus-menerus.

Suasana serupa terpantau di kota suci Qom dan Mashhad. Di Mashhad, yang merupakan tanah kelahiran Khamenei, warga berkumpul di kompleks makam Imam Reza untuk memberikan penghormatan terakhir. Bagi banyak warga, Khamenei bukan sekadar pemimpin politik, melainkan simbol kedaulatan Iran di tengah kepungan tekanan internasional.

Tewas dalam Serangan Udara AS-Israel

Konfirmasi kematian Khamenei datang setelah serangan rudal besar-besaran yang diklaim oleh Amerika Serikat dan Israel menghantam kompleks kantornya di Teheran pada Sabtu pagi. Otoritas Iran menyebut sang Pemimpin Tertinggi gugur sebagai "syahid bangsa" saat berada di kediamannya.

Laporan dari media pemerintah menyebutkan bahwa serangan tersebut tidak hanya menewaskan Khamenei, tetapi juga beberapa anggota keluarga senior dan petinggi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC). Kejadian ini telah memicu ketegangan militer tertinggi di kawasan Teluk dalam beberapa dekade terakhir.

Reaksi Dunia dan Eskalasi Keamanan

Wafatnya Khamenei memicu reaksi keras dari berbagai pemimpin dunia. Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden China Xi Jinping secara terbuka mengutuk serangan tersebut, menyebutnya sebagai pelanggaran berat hukum internasional. Di sisi lain, Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa langkah ini diambil untuk "menghilangkan ancaman" dan memicu perubahan di Timur Tengah.

Dampak dari peristiwa ini telah meluas ke berbagai negara:

  • Pakistan & Irak: Kerusuhan pecah di Karachi dan Baghdad, di mana demonstran pro-Iran mencoba menyerbu gedung konsulat dan kedutaan besar Amerika Serikat.

  • Militer: Iran dilaporkan telah meluncurkan serangan balasan menggunakan rudal balistik ke pangkalan militer AS di Timur Tengah dan kapal induk USS Abraham Lincoln.

Transisi Kepemimpinan

Saat ini, Iran dijalankan oleh sebuah dewan kepemimpinan sementara yang dipimpin oleh Presiden Masoud Pezeshkian dan Ketua Majelis Pakar. Fokus utama pemerintah saat ini adalah menjaga stabilitas keamanan nasional selama proses pemakaman kenegaraan berlangsung, sembari menyiapkan pemilihan pemimpin tertinggi yang baru di tengah situasi perang yang membayangi.

Pemerintah Iran telah menetapkan tujuh hari libur resmi nasional untuk memfasilitasi jutaan warga yang ingin berpartisipasi dalam prosesi pemakaman di berbagai wilayah sebelum jenazah sang pemimpin dimakamkan secara permanen.

#Timur Tengah#Geopolitik#Serangan AS-Israel#Teheran#Iran Berduka#Ali Khamenei

Komentar

Silakan masuk untuk mengirim komentar.

Masuk Akun

Belum ada komentar.