Menurut Studi: Kafein Justru Bisa Picu Cemas Karena Naikkan Adrenalin
Corewide Newsroom
Penulis
Sejumlah studi klinis menunjukkan bahwa kafein bisa memicu kecemasan, terutama pada individu yang rentan. Kafein menstimulasi sistem saraf pusat, meningkatkan kewaspadaan, dan memicu respons “fight‑or‑flight” yang ditandai oleh rasa gelisah, jantung berdebar, hingga pikiran cemas. Pada kelompok dengan gangguan panik, dosis tinggi kafein tercatat dapat meningkatkan risiko munculnya serangan panik dibandingkan kelompok kontrol.
Penelitian lain pada populasi remaja menemukan konsumsi minuman berkafein tinggi berasosiasi dengan tingkat kecemasan yang lebih tinggi. Hal ini memperkuat temuan bahwa efek kafein tidak selalu “netral”; pada dosis tertentu, kafein dapat memperburuk gejala kecemasan. Dalam praktik klinis, pasien dengan riwayat gangguan panik sering disarankan membatasi asupan kafein karena sensitivitas yang lebih besar terhadap efek ansiogenik kafein.
Kafein juga berkaitan dengan peningkatan adrenalin dan hormon stres lainnya, yang secara fisiologis dapat memunculkan gejala fisik mirip kecemasan: gelisah, tremor, gangguan tidur, dan sulit fokus. Bagi sebagian orang, sensasi fisik ini ditafsirkan sebagai ancaman sehingga memicu siklus cemas berulang.
Konteks pentingnya adalah dosis dan kerentanan individu. Banyak studi menggunakan dosis tinggi (sekitar 400–750 mg) yang setara beberapa cangkir kopi kuat. Pada dosis rendah, efeknya bisa berbeda. Karena itu, moderasi serta pemantauan respons tubuh pribadi menjadi kunci untuk mencegah kafein memicu cemas.
Komentar
Silakan masuk untuk mengirim komentar.
Masuk AkunBelum ada komentar.

