Kembali ke Beranda
Langit Dunia Diselimuti Aurora, Setelah Badai Matahari Dahsyat Melanda
Sains & Alam17 Nov 20254 min read

Langit Dunia Diselimuti Aurora, Setelah Badai Matahari Dahsyat Melanda

Corewide Newsroom

Penulis

Badai matahari kuat pada pertengahan November 2025 memicu aurora yang terlihat di banyak wilayah yang biasanya tidak mengalami fenomena ini. Badan seperti NOAA dan USGS mencatat tingkat badai geomagnetik mencapai kategori G4 (severe) pada 12–13 November 2025, yang cukup kuat untuk mendorong aurora terlihat lebih jauh ke selatan.

Secara ilmiah, aurora muncul ketika partikel bermuatan dari Matahari menghantam medan magnet Bumi dan berinteraksi dengan atmosfer. Ketika terjadi lontaran massa korona (CME) yang besar, interaksi ini menjadi lebih intens sehingga aurora tampak lebih terang dan menjangkau lintang yang lebih rendah. Media internasional juga melaporkan pemandangan aurora yang tidak biasa di Australia, Selandia Baru, dan wilayah lain pada periode tersebut.

Badai geomagnetik kuat tidak hanya memunculkan aurora, tetapi juga berpotensi mengganggu sistem satelit, GPS, dan komunikasi radio. USGS menyebut badai pada 11 November 2025 sebagai salah satu peristiwa severe yang dapat memengaruhi infrastruktur tertentu, meski tidak selalu menyebabkan gangguan besar pada jaringan listrik.

Fenomena ini terjadi saat aktivitas Matahari berada pada fase tinggi dalam siklusnya. Para ilmuwan memprediksi periode beberapa tahun ini masih berpotensi memunculkan badai geomagnetik lain, sehingga aurora ekstrem bisa kembali terjadi.

#Aurora#Badai Matahari#CME#NOAA

Komentar

Silakan masuk untuk mengirim komentar.

Masuk Akun

Belum ada komentar.